cerita inspirasi
Bos, Bisakah Kamu Mentraktir Ayahku? Satu Kalimat dari Bos ini Dijamin Bikin Kamu Berlinang Air Mata

Ceritaunik.net | Cerita Inspirasi – Setelah lulus kuliah, aku bekerja di bagian administrasi pada sebuah
perusahaan perdagangan internasional. Kerjaan ku sehari-hari adalam
mengetik, fotokopi, membereskan dokumen. Aku bekerja keras
menuntaskan semua pekerjaan ku agar dapat bertahan hidup di kota ini

Karena sifat ku yang pendiam, sering kali aku tidak pernah mengeluarkan
suara sedikitpun di kantor. Aku jarang ngobrol dengan teman kerja ku,
mereka juga tampaknya agak sungkan dengan aku dan mencoba
menjaga jarak dengan ku.

Suatu hari, ayah ku menelpon ku, ia ingin datang dan tinggal di tempat ku
beberapa hari. Sebenarnya, aku tahu, ayahku ingin melihat bagaimana
kehidupan ku disini, tinggal dimana? Lingkungan kerja seperti apa? Punya
teman atau tidak?

Ibu ku lebih duluan meninggal dunia, ayah ku membesarkan aku seorang
diri. Aku masih ingat, sewaktu kecil dulu, ayah memboncengku dengan
sepeda ontelnya sambil berjualan tahu di sepanjang jalan.

Aku tidak punya teman di kota ini, ayah ku tidak akan tenang jika ia
mengetahui hal ini. Setelah berpikir keras, aku memutuskan untuk
meminta tolong pada bos ku.

Sepanjang hari itu, aku diam-diam memperhatikan gerak-gerik bos ku, dia
pasti tidak kenal dengan aku, bagaimana cara aku memulainya?
Mungkinkah dia akan menyanggupi permintaanku? Aku sangat grogi,
sampai jam pulang kantor, akhirnya aku memberanikan diri mengetok
pintu ruangan bos ku.

Ini pertama kali nya aku masuk ke ruangan bos, setelah setengah tahun
bekerja. Saat melihat aku masuk, dengan muka kebingungan, ia bertanya
aku siapa?

Aku makin gugup. Dengan terbata-bata aku memperkenalkan diriku.
Saat bos melihat muka ku yang menjadi merah, dengan tersenyum ia
berkata, “santai saja.”

BACA JUGA

Aku terdiam cukup lama lalu berkata, “saya berharap Bapak bisa
mentraktir ayah saya makan. Atau, jika tidak, utus satu orang untuk
mentraktir ayah saya makan, dengan membawa nama perusahaan.”

Dengan penuh keberanian, aku menjelaskan semua cerita aku dengan
ayah ku, “ayah selalu khawatir dengan keadaanku. Ia takut aku menderita

di luar, sebenarnya aku sangat baik di sini, pekerjaan stabil, dan juga
dipimpin dan dijaga baik oleh atasan dan rekan kerja…”

Karena gugup, wajah ku menjadi sangat merah. Takut dia tidak mau
menyanggupinya, aku langsung menambahkan, “tentu saja, biaya
makanan nanti aku yang tanggung…

Tidak menunggu aku selesai berbicara, bos ku langsung menjawab,
“jumat malam kita makan bersama-sama. Oke?”
Dengan sangat terharu, aku langsung membalas, “bo, boleh. Kapanpun
kami bisa.”
“Baiklah, ambilah cuti beberapa hari. Ajak orangtua mu jalan-jalan. Aku
akan memberitahu supir, beberapa hari ini pakai mobil perusahaan untuk
jalan-jalan.”
“Tidak, tidak perlu. Terima kasih banyak!”, tidak tahu harus berkata apa
lagi, aku langsung berdiri dan membungkukkan badan ke hadapannya.

Hari Jumat, supir langsung mencari ku, membawa ku ke stasiun kereta
api untuk menjemput ayahku menuju restoran.
Saat supir menyebutkan nama restorannya, aku kaget bukan main, sebab
itu adalah restoran termewah di kota ini, aku seumur-umur belum pernah
kesana.

Malam itu adalah makan malam yang penuh kehangatan. Masakan yang
sangat mewah, bos juga membawakan anggur yang mahal. Beberapa
rekan kerja pun hadir.

Banyak orang yang sebenarnya tidak mengenal aku, setiap kali bertemu
kami hanya menganggukkan kepala. Namun saat makan malam itu,
mereka bertindah seolah-olah sangat akrab dengan aku. Memuji bahwa
pekerjaan ku sangat baik dan selalu tepat waktu dalam menyelesaikan
tugas-tugasku.

Semua orang saling bercanda, ngobrol dan menemani ayah ku minum
dengan bahagia.
Keesokan harinya, supir menjemput kami, dan membaw ayah jalan-jalan
melihat sisi kota yang indah.

Dua hari setelahnya, ayah ku sudah membeli tiket pulang dan berkata,
“sebelum datang, aku sangat tidak tenang. Awalnya aku ingin tinggal lebih
lama disini. Namun melihat kehidupan mu begitu baik di sini, aku kini bisa
pulang dengan lega.”

Setelah ayah pulang, aku bersiap-siap menghadap bos untuk
mengucapkan terima kasih. Namun sebelum aku mencarinya, ia sudah
terlebih dahulu memanggil semua karyawannya untuk rapat bersama.
Dalam rapat terebut, bos menyebut nama ku, ia minta maaf karena tidak
terlalu memperhatikan karyawannya.

Ia juga mengatakan, mau berterima kasih pada ku karena sudah mau
menyampaikan permohonanku padanya. Ia kini menjadi tahu, sebagai
sebuah tim, perusahaan seharusnya tidak hanya sebagai tempay kerja,
namun juga sebagai tempat perhatian dan cinta kasih antar sesama
karyawan.

Dibaca Juga :

Selain kompetisi, karir dan keuntungan, kehangatan seperti sebuah
keluarga juga sangat diperlukan.

Ini barulah tim yang sehat, tim yang dapat berkembang. Setelah selesai
menyampaikan hal ini, bos ku berdiri, membungkuk dan memberi hormat
pada semua karyawannya.

Dalam tepuk tangan yang cukup lama, aku menangis! Aku merasakan
kehangatan yang luar biasa.
Sejak saat itu, aku menjadi orang yang aktif.
Perusahaan juga berubah, tidak seperti dulu lagi. Setiap orang menjadi
saling perhatian, saling membantu dan saling menghargai.

Tahun 2009, saat krisis ekonomi dunia, banyak perusahaan perdagangan
internasional yang bangkrut dan rugi habis-habisan. Perusahaan kami
tidak hanya tidak bangkrut, malah semakin berkembang.

3 tahun setelahnya, dari seorang administrator biasa, kini aku menjadi
Sales Manager.

Ssetiap ada karyawan yang baru, aku akan menceritakan kisah ini. Aku
ingin memberitahu sebuah konsep, yaitu “kekuatan kasih sayang dapat
memenangkan segalanya!”

Sampai hari ini, semua orang di perusahaan mengatakan bahwa itu
adalah pelajaran paling berharga dalam hidup.

Tidak tahu berapa banyak perusahaan, bos yang dapat membaca cerita
ini. Meski karyawan tidak banyak, jangan meminta karyawan untuk
menjadikan “tempat kerja sebagai rumah”, apakah kamu sudah
memberikan rasa hangatnya keluarga kepada mereka?

Karyawan yang mendapatkan cinta kasih, akan menyalurkan cinta kasih
tersebut kepada pelanggan. Pelanggan yang menerima cinta kasih akan
membuat perusahaan terus berkembang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here