Ceritaunik.net | Inspirasi – Seorang bocah perempuan berusia lima tahun rela berjalan puluhan kilometer melintasi wilayah gurun Siberia yang membeku demi mendapatkan bantuan untuk neneknya yang sakit. Atas sikapnya itu, Saglana Salchak dipuji sebagai pahlawan di Republik Tuva di Rusia.

Salchak hidup bersama kakek neneknya di sebuah peternakan terpencil yang terletak di hutan taiga di dekat perbatasan Mongolia. Jarak tempat tinggal keluarga itu lebih dari 19 kilometer dari desa terdekat dan 8 kilometer dari tetangga terdekat mereka.

Bulan lalu, bocah itu terbangun dan menemukan neneknya yang berusia 60 tahun dalam kondisi tidak bergerak. Setelah mengadu pada kakeknya yang buta, ia pun memutuskan untuk berjalan ke tetangga mereka untuk mencari bantuan.

Berbekal korek api, ia keluar pada dini hari di mana suhu disebut-sebut mencapai minus 34 derajat Celcius. Butuh waktu beberapa jam bagi Salchak untuk berjalan sejauh 8 kilometer melintasi tepian sungai serta area yang ditutup salju.

Bocah tangguh itu beruntung karena ia tidak terjebak dalam salju yang kerap kali setinggi dada orang dewasa atau bertemu serigala yang sering menyerang hewan ternak kakek neneknya.

“Tuva punya cukup banyak serigala. Mereka memakan hewan ternak — penggembala mengeluhkan keberadaan mereka. Dia (Salchak) dengan mudah dapat bertemu kawanan serigala dalam kegelapan,” terang Semyon Rubtsov, kepala kelompok pencarian dan penyelamatan regional seperti Ceritaunik.net kutip dari The Guardian, Rabu, (15/3/2017).

Setelah menempuh perjalanan sejauh 8 kilometer, gadis itu nyaris tak menyadari lokasi rumah tetangganya yang tertutupi tumbuhan liar dan jika salah seorang dari mereka tidak melihat kehadiran Salchak maka ia akan lewat begitu saja.

Tim medis pun dipanggil. Pertama kali, mereka memeriksa kondisi Salchak sebelum akhirnya berjalan menuju tempat tinggalnya. Fakta memilukan pun menimpa bocah itu, sang nenek ditemukan telah meninggal dunia akibat serangan jantung.

Kepada tetangganya, Komsomolskaya Pravda, Salchak mengaku ia tidak takut menempuh perjalanan yang tanpa disadarinya penuh bahaya itu.

“Aku hanya berjalan, berjalan, dan sampai di sana,” ujar Pravda mengutip pernyataan Salchak.

Di lain sisi, gadis itu tidak menampik bahwa ia merasa sangat kedinginan dan begitu ingin menyantap makanan.

Setelah diperiksa, Salchak sempat demam, namun tidak lama ia sembuh. Sekarang ia tinggal di sebuah pusat sosial di mana ia baru saja merayakan ulang tahunnya ke-5. Menyimak kisahnya, media setempat melabelinya seorang pahlawan.

“Tidak mudah mengesankan warga di distrik Tere-Kholsky yang terbiasa dengan kisah ekstrem tentang kehidupan taiga. Meski demikian, kejadian beberapa hari lalu membuat kagum mereka dan tetua di Kungurtug, area pusat distrik itu,” tulis Tuva Online.

Pertanyaan tentu mencuat ke mana orang tua bocah perempuan malang itu? Ternyata ibu kandung dan ayah tirinya hidup menggembala kuda di bagian lain kawasan itu.

Kementerian Kebijakan Sosial awalnya menawarkan Salchak perjalanan gratis ke sebuah sanatorium bersama ibunya, Eleonora, sekembalinya wanita itu pada Mei mendatang.

Namun pada hari Minggu, Komite Investigasi Tuva melayangkan gugatan pidana terhadap Eleonora Salchak karena meninggalkan anak di bawah umur dalam kondisi bahaya.

“Dia tahu bahwa kakek neneknya tidak memiliki kemampuan untuk menjamin keamanan anak,” demikian penjelasan komite itu.

Jika terbukti bersalah, sang ibu bisa divonis satu tahun penjara. Pihak komite juga akan menyelidiki perilaku pejabat kebijakan sosial di distrik tempat tinggal bocah itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here