Ceritaunik | Perjuangan Anak Perantauan – Sebagai anak perantauan, pasti membuat kamu mendapatkan banyak pengalaman yang mungkin belum tentu kamu dapatkan di kampung halaman. Kabar baiknya di perantauan kamu bisa mengenal lebih banyak orang, membuka lebih banyak sudut pandang, dan tentu saja menambah berbagai pengetahuan dan wawasan.

Namun jadi anak perantauan bukan berarti merasakan enaknya terus. Tentu ada pergolakan batin yang tidak menentu setiap kali rindu rumah. Berkumpul bersama keluarga jelas menjadi impian paling sederhana namun sangat sulit untuk diwujudkan. Hidup di perantauan memang akan memberikanmu beragam warna kehidupan. Perjuangan ini pasti pernah kamu rasakan.

Anak perantauan juga sering dibilang beruntung, Bisa bebas dan sesukanya tanpa ada kekangan orangtua.

anak perantauan bisa bebas dan sesukanya tanpa kekangan orangtua

Anak perantauan pasti kerap mendengar perkataan seperti itu, bukan? Betapa beruntungnya kamu yang diikhlaskan orang tua untuk bisa mengenyam pendidikan atau bisa bekerja di luar kota. Kebebasanmu membuat mereka yang tinggal satu kota dengan orangtuanya merasa iri.

Ada kalanya kamu merasakan senang bisa tinggal berjauhan dari orangtua. Pulang jam berapapun kamu bebas, kemana saja sesukamu juga bisa. Jauh dari kata jangan yang kerap sering di katakan orangtua.Asik memang bisa sedikit lebih leluasa daripada lainnya, namun bukan berarti kamu bisa bertingkah seenaknya. Ada tanggung jawab pada orangtua yang kamu pikul dan ada rasa rindu yang kerap memberatkan langkahmu.

Bagi anak perantauan pasti tahu rasanya sakit, sedih dan tidak ada yang mengurus.

Bagi anak perantauan pasti tahu rasanya sakit, sedih dan tidak ada yang mengurus.

Ketika sedang tidak enak badan, ingin sekali rasanya ada yang merawat. Namun, anak perantauan yang seperti kamu mungkin jarang ada yang merawat ketika sakit.

Berjauhan dari orangtua kamu harus bisa menjaga diri sebaik-baiknya. Namun ketika sakit, selalu ada rasa ingin berkeluh kesah dan ingin dirawat orangtua. Sayangnya kamu tidak bisa melakukan hal itu, karena kamu tidak ingin membuat orangtuamu menjadi cemas dan khawatir.

Beban kamu terasa semakin berat ketika jauh dari keluarga, tidak hanya untuk harus pintar-pintar jaga diri, namun juga harus menjaga perasaan mereka dan membuktikan bahwa kamu bisa mandiri dengan sendirinya.

Seenak-enaknya makan di restoran setiap awal bulan, namun masakan Ibu tak akan pernah bisa dikalahkan

Seenak-enaknya makan di restoran setiap awal bulan, namun masakan Ibu tak akan pernah bisa dikalahkan

Jadi anak perantauan jarang membuat diri kamu makan enak, hanya awal bulan atau moment ulang tahun teman saja yang bisa menjauhkan kamu dari makanan yang ada di warteg atau mie instan. Mengelola uang saku per bulan jadi keahlian yang harus segera kamu miliki biar bisa hidup aman.

Kalaupun kamu dapat kesempatan makan enak di restoran, tapi rasanya tidak akan pernah bisa mengalahkan kenikmatan masakan ibu yang ada di rumah. Anak mana yang tidak mengatakan masakan ibu mereka adalah makanan yang paling enak..

Kamu pun kerap merasakan kesepian dan sendiri sekalipun memiliki banyak teman. Merantau di kota orang, membuatmu selalu merasa asing

merasakan kesepian

kesepian dan kesendirian pasti sering kamu alami. Ketika berkumpul bersama teman atau sedang ada kegiatan, rasa sepi itu mungkin menguap, dan pada saat kamu sendirian di dalam kamar kos, pasti kamu merasa terbayang-bayang rumah dan kamar kamu yang sangat nyaman meskipun kamu sedang merantau di luar kota.

Berada jauh dari kota kelahiran, tidak memiliki saudara yang bisa kamu kunjungi sesekali pasti akan membuat dirimu tersiksa. Tiap doamu yang hanya ingin bisa cepat pulang dan bisa berkumpul kembali dengan mereka yang kamu kenali, karena kamu lelah merasa sendiri dan terasingkan.

Semua kamu lakukan sendiri, mulai dari masak sampai mencuci. Diharuskan mandiri padahal masih sangat ingin bisa bermanja-manja

harus mandiri versi ceritaunik.net

Jadi anak perantauan membuat dirimu harus banyak belajar. Mulai dari mengatur keuangan sendiri sampai mandiri untuk harus bisa berbenah dan bersih-bersih, yang ketika di rumah sudah dibereskan oleh Ibu. Hidup merantau tanpa keluarga menuntut dirimu untuk harus bisa melakukan pekerjaan sendiri, dari memasak hingga mencuci kini telah jadi rutinitasmu sehari hari.

Bukannya tidak bisa mengerjakan sendiri, tapi kamu masih kerap berharap ada Ibu atau saudara-saudara kamu yang bisa di ajak untuk berbagi pekerjaan. Sifat manja kamu masih sesekali muncul, apalagi ketika kamu lelah dan merasa sangat rindu dengan rumah.

Inginnya bisa sesering mungkin untuk pulang dan melihat keadaan orangtua. Tapi beban pekerjaan seakan tidak ada ujungnya

kerjaan yang tiada hentinya versi ceritaunik.net

Jadi anak perantauan yang tidak bisa sering-sering pulang tentu membuat dirimu menimbun rasa kangen dan rasa rindu dengan wajah orang-orang di kampung halaman yang kerap membuat dirimu selalu terbayang tentang indahnya bisa selalu dekat bersama orangtua dan dengan orang-orang kampung halaman. Namun kamu menyadari bahwa merantau selalu sepaket dengan jarak dan konsekuensinya, tidak bisa sering pulang yang kamu mau.

Selain dipisahan jarak, rentetan tanggung jawab jadi salah satu tembok penghalang untuk dirimu. Jangankan punya waktu untuk pulang, sekedar bisa merebahkan badan di kamar kos saja tidak leluasa. Namun itulah yang mesti kamu jalani, memutuskan merantau untuk mengejar kesuksesanmu sendiri, dan kamu pasti bisa melewatinya meskipun seorang diri.

Sebagai gantinya, kamu hanya bisa menyapa keluarga kamu lewat suara tapi setidaknya mampu membuat dirimu menjadi lega

menyapa keluarga lewat telepon versi ceritaunik.net

Ponsel menjadi satu-satunya alat yang bisa menjembatani rasa rindumu dengan keluarga, ketika sebuah pertemuan masih menjadi doa. Bisa mendengar suara keluargamu saja rasa nya sudah sangat bahagia, walaupun tidak bisa membayar rasa rindumu dengan tuntas.

Tapi melalui suara bisa meyakinkan kamu bahwa keluargamu disana dalam keadaan baik, atau sekadar bisa saling bertukar cerita sudah membuat dirimu menjadi lega. dan perlu kamu ketahui, ada sebuah cara untuk mengungkapkan rasa rindu kamu dengan lebih indah dan bahkan langsung tersampaikan, yaitu dengan doa.

Selipkan doa untuk keluargamu seperti mereka selalu mendoakan kepulangan dirimu, lengkap dengan kesuksesan yang bisa kamu raih. Sampaikan rindumu lewat doa, dengan harapan mereka selalu sehat dan bisa selalu mendukung kamu sampai berada di puncak.

Hidup berjauhan dengan keluarga memang membuat diri kita menjadi merasa bebas dan harus bisa belajar soal kemandirian yang sebenarnya. Namun kamu kerap harus merasakan konflik batin, tentang rasa rindu dan juga rasa malu karena belum bisa meraih mimpi-mimpimu. Walaupun keluarga tidak begitu mempermasalahkannya, namun jika kamu pulang ke rumah dengan tangan kosong pasti tidak pernah kamu bayangkan bagaimana rasanya. Tapi tidak mengapa, berjuanglah sampai kamu merasa tak mampu lagi bangun, karena hidup memang harus terus diperjuangkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here